Tampilkan postingan dengan label chitchat only. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chitchat only. Tampilkan semua postingan

10/17/2012

CATATAN INFORMATICRAZY: MANAJER BAND? WHY NOT?

Saya menyukai hal-hal yang baru dalam hidup saya, jujur saja, sangat membosankan bila Anda menekuni satu bidang favorit Anda terus menerus tanpa ada variasi. Saya sangat menyukai dunia seni, meski disiplin ilmu saya di bidang teknik. Seni itu universal, tanpa ada batasan ekspresi, tanpa ada batasan kehidupan maupun kematian. Semua manusia memiliki rasa seni yang berbeda, bisa jadi rasa seni yang ada di dalam diri saya lebih tinggi dibandingkan rasa-rasa di bidang yang lainnya. Maka, saat pacar saya ingin menekuni dunia band lebih dalam dan berobsesi ingin menjadikan hal tersebut sebagai karir di masa kini dan masa yang akan datang, saya berani menyatakan akan membantunya sebagai manajer band. Setelah keputusan itu terlontar, banyak hal yang harus saya hadapi bahkan sampai membuat saya sakit hati hingga berlinang air mata. Memang wanita sangat perasa, jika sudah terlalu perasa, maka berbagai emosi akan meluap seketika. Oke, kembali lagi kepada topik awal, awalnya begitu sulit untuk membantu mereka mendapatkan beberapa acara festival maupun bintang tamu. Berkorban waktu, materi, hingga kesehatan pun saya lakukan demi mendapatkan 1 acara yang selangkah membantu mereka melebarkan sayap sedikit demi sedikit. Ada saatnya saya harus jatuh bangun demi membela kualitas band saya, karena mereka pun pantas diberikan kesempatan. Percecokan kecil yang menjadi luas sempat menurunkan semangat dan keyakinan saya untuk menjalani pekerjaan sampingan saya ini. Tetapi berkat dukungan orang-orang terdekat, saya masih mampu bertahan berjuang hingga mereka mendapatkan tempat yang layak di dalam dunia musik.

Saat ini kurang dari 2 tahun, saya sudah membawa band ini sampai luar kota, walaupun belum terlalu terkenal di kota lain, tetapi dari lingkup kelas di kampus, teman-teman saya sudah mulai peduli akan aktivitas saya sebagai manajer band. Meski harus berjuang dari nol, tetapi saya senang menikmati segala prosesnya. Saya percaya suatu saat nanti usaha saya akan membuahkan hasil, meski keluarga berkata ini tak ada gunanya, saya yakin perkataan itu akan berbalik menjadi kebanggaan yang luar biasa.

Terima kasih atas segala dukungan, kasih sayang, dan usaha kalian untuk saya.

untuk RELIEF :)


RELIEF formasi lama

RELIEF formasi baru


10/24/2011

Healthy in Carrying Out a Relationship


Pernahkah kalian mempunyai masalah dalam setiap menjalin hubungan dengan kekasih kalian? Well, begitu pula dengan saya, tetapi selama hampir 4 tahun ini saya dengan kekasih saya mencoba untuk stay cool even problems heat our brain everytimes. Seorang teman yang lebih lama dari saya dalam menjalin hubungan dengan kekasihnya saja belum tentu bias mengatasi hal-hal kecil, disini saya tekankan soal perasaan setiap individunya. Ada seorang teman yang berkeluh kesah mengenai pasangannya. Masalah yang ia bingungkan adalah soal komitmen mereka untuk saling menghargai satu sama lain. Baiklah, si wanita bahkan tidak pernah sedikitpun macam-macam di depan maupun di belakang si lelaki. Tetapi menurut si wanita, pasangannya itu sudah menyakiti hatinya dengan berkomunikasi layaknya “pacar” dengan wanita lain dalam sebuah messenger dan situs jejaring sosial. Hal yang sangat klasik namun setiap zaman berjalan, problema itu mengikuti pula. Kemudian si wanita mengatakan ketika ia dengan pasangannya bertengkar soal wanita lain itu, si lelaki langsung “menghapus” pacarnya dari messenger  dan setelah itu ia akan me-add pacarnya setelah 1 minggu. Ya, saya katakan hal itu mungkin wajar, karena setiap saya bertengkar dengan pasangan saya pun ada waktu jeda untuk saling mendiamkan dan menenangkan diri. Tetapi sepertinya teman saya ini tidak terima dengan perlakuan pasangannya yang aneh, karena setelah 1 minggu itu akan mulai lagi masalah yang sama. Hmm, saya saja yang mendengar ceritanya sedikit lelah, apalagi yang secara bersangkutan yang merasakannya? Pasti sangat melelahkan.

Kemudian saya menceritakan hal ini dengan teman-teman kos saya, mungkin saya bisa mendapatkan sedikit solusi yang baik. Kemudian teman kos saya (anggaplah si C), si C bercerita hal yang sama seperti cerita saya. Setelah itu (anggaplah mba M), mba M pun memotong cerita kami dengan opininya (meskipun mba M tidak mempunyai pengalaman berpacaran yang banyak, tetapi ia jago dalam melihat kehidupan orang lain kemudian ia simpulkan untuk dijadikan kebaikan yang bermanfaat). Dia mengatakan kepada saya dan si C (kurang lebih seperti ini, maaf kalau ada kekurangan), “Kenapa sih kok seperti itu saja menjadi masalah? Sekarang begini, kalau kalian yakin sama pasangan kalian kenapa harus rebut seperti itu? Bukankah kalian sudah dewasa, bias kan membedakan yang baik untuk kita, yang buruk untuk kita. Menurut Mba tuh harusnya kalian tidak bersikap seperti itu, memarahi orang yang mengganggu pacar kita, yang genit sama pacar kita, lebih baik biarkan orang yang seperti itu, karena percuma kalo kita marah sama pengganggu itu, buang-buang tenaga jadinya. Justru yang harus kalian marahi bila terjadi kondisi seperti itu ya pacar kalian, kalau memang pacar kalian pun merespon perlakuan si pengganggu tadi. Jika tidak, itu bagus, itu berarti pacar kalian tegas sama diri sendiri. Cowok itu semakin dia dikekang maka akan semakin menjadi, biarpun dia sudah punya istri yang cantik seksi, kalau dia melihat wanita lain yang memang enak untuk dilihat, dia pasti akan lihat dengan sendirinya. Biarkan saja cowok begitu, justru jika kita biarkan pacar kita untuk tidak dikekang, maka yakinlah cowok itu akan merasa ga enak sama kita, misalnya kata pacar Shanti “Oh, Shanti aja percaya sama gue, masa iya sih gue bersikap yang macem-macem di belakang dia?”. Lambat laun cowok juga akan menyadari satu hal dan pasti akan membangun suatu sikap tegas untuk bilang “Tidak!” dengan segala gangguan yang bias menyakiti perasaan pacarnya. Kalau cowok yang memang sayang sama pacarnya dan ga mau pacarnya tersakiti hatinya, pasti dia akan tegas terhadap teman yang genit sama dia. Kan kita ga tau karakter orang-orang seperti apa diluar sana, apalagi jika bekerja, pasti banyak waktu yang dihabiskan di luar rumah lalu mau tidak mau harus berinteraksi dengan orang sekitar. Apalagi bisa saja teman-temannya itu memang terbiasa bertingkah yang menurut kita menyebalkan, misalnya suka rangkul-rangkul tangan pacar kita walaupun cewek itu tau pacar kita itu sudah ada yang punya. Justru jika diladeni oleh kita, cewek itu akan menjadi-jadi tingkahnya, sehingga dia berpikiran “Wah, si Shanti jealous nih sama gue, wah gue berhasil dong bikin dia iri sama gue, oh mungkin dia iri sama gue karena gue lebih cantik kali ya dari dia.” Aduuuuh mendingan kalau ada yang kaya gitu, biarkan aja nanti dia capek sendiri dan jenuh.  Lebih baik kita wanti-wanti pacar kita, setidaknya menjaga pacar kita untuk tidak merespon. Tapi Mba yakin kok, kalau kita aja bisa ignore sama gangguan tadi, pasti cowok kita akan tegas dengan sendirinya. Kalau cewek lain mengganggu, otomatis pacar kita akan bilang, “Lo jangan gitu dong, gue ga suka!” atau “Gue ga mau ah begini nanti Shanti marah sama gue”. Cowok dewasa akan bisa menjaga dirinya sendiri dari gangguan itu sebagai bentuk penghargaan kepada pacarnya kalau dia sayang sama pacarnya. Sebenarnya pacaran itu cukup “Aku sayang sekali sama kamu” “Aku juga sayang sekali sama kamu”, udah, that’s it. Kepercayaan itu penting sekali, bahkan jika sudah punya komitmen wah itu tidak perlu khawatir sekali., karena cowok kita pun akan berpikiran untuk terus menjaga perasaan pacarnya sendiri. Kalau cinta jangan terlalu cinta banget, kalau cuek yaa jangan terlalu cuek banget. Let it flow, biarkan saja mengalir apa adanya. Kita juga harus punya hidup yang sehat, tentunya ya itu tadi jangan biarkan diri kita sakit jiwa gara-gara mengurusi gangguan dari luar, biarkan aja nanti juga hilang sendiri. Tentunya juga jangan terlalu membatasi pertemanan, hanya cowok saja atau hanya cewek saja, kalau seperti itu lo udah sakit namanya! Dunia ini kan ga cuma satu jenis gender saja, ada 2 kan, yaa jangan terlalu begitu lah, suami istri juga hidupnya bukan hanya suami dan istri dikotakin tok aja selesai. Tetapi kan harus menjalin hubungan masyarakat, bukan hanya berdua saja dengan suami saja atau istri saja. Makanya mulai lah hubungan yang sehat dengan pasangan kita. Kalau kita over, masih ada kemungkinan kan apakah kita memang berjodoh (ya syukur kalo iya), coba kalau ngga? Yang ada nanti depresi, samapi sakit, diem berminggu-minggu, itu tuh ga baik dan dilarang juga dalam Al-Qur’an kan? Jadi tetep, let it flow ajalah, santai..”

Wah, iya juga yah? Kok saya ga kepikiran? Terima kasih buat mba M sudah memberi pencerahan ke saya dan si C. Hmm, minimal saya pertahankan terus hubungan saya, kalau bisa maksimalkan dengan kelanggengan yang berujung menjadi jodoh ^_^ hehehehee..Sudah ah menulisnya, jika ada hal yang menginspirasi lagi pasti saya share disini. Be Healthy!! Happy Blogging!! ^_^



-Dedicated to all my friends-

7/28/2011

ISENG PART 1


read:
A N G G A
A N U G R A H
        Y U S U F

©

4/21/2011

Sebuah Catatan Diskusi tentang Cinta dalam Kehidupan

Ketika dia berkata 'aku sayang kamu', mungkin dengan ekspresi tetapi yang tidak menyatu dengan apa yang diucapkannya, maka anggaplah itu memang benar, karena butuh keberanian untuk mengungkapkan perasaan yang tulus yang ada. Aku baru menyadari setelah dia tidak terdengar lagi mengucapkan kalimat itu, aku kehilangan esensi dari kalimat itu sendiri, begitu menghilang, bodohnya aku, sampai aku berkata, 'mengapa kamu tidak percaya dia berbicara seperti itu? Dia tulus berkata seperti itu!' Astaga, aku baru menyadarinya. Sekarang rasakan dia bersembunyi, kau mencari hingga tak terkendali lagi jiwamu sehingga hampir gila jadinya. Orang berkata 'kamu termakan cinta', aku bilang 'aku tidak merasakan seperti yang kau katakan, walaupun aku merasakan bagaimana termakan cinta itu, tetapi itulah keindahan cinta. Kau harus menyelami cinta itu, jangan pedulikan jumlah luka atau air mata yang kau keluarkan untuk mencapai dasar cinta tersebut. Di dasar cinta itulah kau akan menemukan kebahagiaan, bahkan bisa saja jika tidak kau kendalikan, kau akan menghianati dunia. Kamu tidak termakan cinta, sungguh, hanya saja kamu harus lebih bijak menghadapinya.'


Orang berkata, 'aku jarang sekali bertemu dengannya, sebulan pun terkadang tidak bertemu', aku bilang, 'sebenarnya Anda harus bersyukur, karena dipastikan kalian yang lebih banyak memberi energi positif kepada hubungan kalian, kalian lebih sabar untuk menunggu, kalian lebih tabah ketika masalah menghadang, kalian lebih dewasa menghadapi pasangan kalian, memang yang beruntung bisa bertemu setiap hari lebih senang tetapi belum berarti dia bahagia. Aku iri dengan kalian yang bisa seperti itu, karena psikisku kurang baik, maka beruntunglah bagi yang memiliki hubungan jarak jauh, kalian lebih baik temperamennya dibandingkan dengan kami yang bisa bertemu dalam jarak dekat. Tingkatkan kembali rasa percaya dan jaga kepercayaan kalian.'

Orang berkata, 'aku pasrah saja dengan sikapnya yang tidak mau mengerti hatiku', aku bilang, 'hey, sadarlah kau, sudah seberapa banyak dan keras usahamu? Mungkin mudah untuk mendengar, tetapi sulit untuk memahami. Meskipun kamu merasa kemampuan kamu terbatas, tetapi kamu belum tahu kemampuan ketulusan bisa mengubah segalanya sehingga kamu mampu menaklukan setiap masalah. Janganlah melihat waktu yang kalian habiskan bersama, tetapi lihatlah kualitas apa yang bisa kalian ciptakan saat bersama pasangan kalian. Memang sulit, tetapi jika tekad kita mantap, maka hubungan berbulan atau bertahun tidak ada bandingannya lagi. Kita tidak akan melihat ukuran waktu lagi, yang ada kita akan melihat kualitas hidup bersamanya. Itu sebabnya orang tua kita tetap selaras tanpa memikirkan berapa lama mereka bersama. Janganlah merasa begitu tersiksa dengan sifatnya, mungkin begitulah adanya, kita tak bisa menyalahkan setiap ciptaan yang melekat pada tubuhnya dan jiwanya, manfaatkan saja yang baik dan hentikan yang buruk serta olah keburukan itu menjadi kebaikan.'

Orang berkata, 'aku belum menemukan orang yang pas', aku bilang, 'sabarlah kawan, diluar sana ternyata banyak yang menyukaimu, yakinlah jika manusia akan selalu mempunyai pasangan entah darimana asalnya, kapan hadirnya, dan bagaimanapun, pasangan itu tercipta karena relasi yang tepat satu. Janganlah melihat hal-hal duniawi yang dia tunjukkan dihadapanmu, tetapi lihatlah dengan tanpa hal-hal itu, apakah kalian sanggup mencintai satu sama lain dengan tulus? Biarlah yang materi menjadi formalitas dihadapan keluargamu, menumbuhkan cinta ternyata tidak begitu mudah, tidak semudah membenci. Meskipun kalian berkata kalian sudah berusaha keras, atau kalian bilang bosan hidup sendiri tanpa seorang pasangan pun hadir, bersabarlah karena seseorang disana pasti sudah disiapkan untukmu.'

Orang berkata, 'aku iri dengan temanku yang sudah menikah, hidupnya enak dan nyaman', aku bilang, 'siapa bilang? Mereka akan punya tanggung jawab lebih besar daripada kamu yang masih single. Jika mereka menikah, belum tentu hal itu yang mereka inginkan untuk saat ini. Bisa saja mereka bahkan iri padamu yang bisa kuliah, yang bisa bekerja mandiri, bisa hang out dengan teman-teman, sedangkan mereka harus mengurus rumah, mengurus anak, dan kemana-mana harus seizin suami. Tidakkah kalian bayangkan jika menikah hanya untuk status di KTP sedangkan di lapangan kalian tidak memikul tanggung jawab sebagai orang yang mempunyai rumah tangganya sendiri? Ada beberapa yang nyaman menikah, karena itulah yang mereka inginkan dan mereka punya mental untuk menempuh hidup yang pasti lebih berat. Jangan melihat berapa banyak materi yang diberikan di hidup mereka, itu hanya penjamin hidup yang masih bisa habis. Apakah setelah habis Anda masih yakin akan bertahan? Ada yang iya, tetapi yang lebih parah adalah yang tidak. Kalian akan mencampakkan orang yang sudah menafkahi kalian, mencari penjamin yang baru yang lebih mapan, karena sedikit dari kita yang mampu bekerja dibawah tekanan. Maka jangan asal meminta mengharap jodoh kita sesempurna dan pas seperti yang kita mau, perhitungkan kejadian yang tidak terduga juga sebelum kalian menikah.'

Orang berkata, 'saya tidak seiman dengannya dan harus saya akhiri sebelum saya menikah', aku bilang,'tegakah kalian mengakhiri hubungan seperti itu? Jika kalian ingin yang seiman, mengapa tidak membulatkan tekad kalian sedari awal untuk membina hubungan dengan orang yang seiman? Baiklah, saya mengerti jika ini masih berkaitan dengan yang kita cintai sejak awal. Masalah ini memang lebih sulit di dunia ini, mudah menyatukan 2 hati tetapi tidak mudah menyatukan 2 keluarga. Kalau sudah begini, bagaimana jika ada yang mengalah? Lagi-lagi pro kontra menguak, lantas apakah begitu saja kita akhiri? Kalau begitu, Anda kalah dalam pertarungan kemungkinan-kemungkinan hidup. Sekarang mencari yang baru itu mudah, tetapi bagaimana dengan hati kita? Kita tak akan tahu alur kehidupan dan keajaiban yang kita peroleh. Lebih baik tidak mengambil resiko jika Anda tak punya cukup mental untuk menjalaninya. Cukuplah Anda menguatkan hati seseorang yang mempunyai kehidupan seperti itu, jangan menuding bahwa dia berkhianat kepada Sang Pencipta. Dia tidak berkhianat, hanya saja menjadi berbeda haluan tetapi yakinlah di alam yang lain akan saling bertemu kembali.'

Jadi, inti dari catatan ini apa? Well, boleh Anda petik nilai kebaikan jika ada manfaatnya untuk Anda, saya tidak memaksa kalian untuk menyukai isinya secara menyeluruh. Saya hanya merealisasikan menjadi kumpulan kisah di dunia tetapi tidak berharap menjadi inspirasi. Maaf bila mungkin beberapa menyinggungkan hati pembaca, saya hanya merasakan kenyataan inilah yang ada di hidup saya.

Semoga kita selalu berusaha menjadi yang terbaik di dunia, dan bila saatnya tiba, jadilah yang terbaik untuk dambaan hati Anda.

11/30/2010

This Afternoon News..Phatetic..

Hidup membutuhkan uang tetapi uang bukanlah segalanya. Sebelum mendapatkan uang kita harus bekerja terlebih dahulu agar menghasilkan uang yang kita inginkan untuk membeli keperluan hidup kita. Meskipun bekerja itu membuat, misalnya, pasangan kita hampir selalu tersita waktunya untuk kita, toh jika akhirnya tidak bekerja lagi pada kenyataannya kita yang selalu men-supportnya akan merasa sedih.

Sore ini menjelang maghrib, saya mengalami hal seperti itu. Orang yang selama ini bekerja untuk menghidupi kebutuhannya, meringankan keluarganya dengan membayar uang kuliah sendiri, serta demi menyenangkan hari-hari saya, dia harus menerima kenyataan yang pahit baginya. Dia tidak dikontrak di tempatnya bekerja setelah mengikuti training 3 bulan lamanya. Saat saya menerima pesannya tadi sore, rasanya saya tidak berada di tempat saya tidur tadi, saya langsung menangis, menangis mungkin karena doa-doa saya kurang ampuh untuknya, mungkin saja Tuhan menghendaki bahwa dia tidak diperkenankan kerja dalam waktu yang lama. Selama ini dia selalu mengeluh tentang pekerjaannya, mungkin keluhan yang berasal dari hati itulah hingga Tuhan tidak memberinya sedikit harapan untuk terus bekerja. Awalnya saya sulit menerima dia bekerja, tetapi (mungkin) karena pola pikir saya berubah menjadi lebih memahami, saya mulai terbiasa mendengar dan melihat bagaimana ia bekerja. Tetapi mengapa hari ini terjadi? Seandainya saya bisa membantu, tetapi tak mungkin karena bagaimana saya bisa memberi semua kebutuhannya, sedangkan saya tidak bekerja? Ini berarti, mulai hari ini, saya tidak lagi menggantungkan beberapa hal padanya. Sekarang dia sudah pergi dari kota ini. Kami terpisah lagi seperti dulu, harus menempuh jarak Depok-Bogor. Yang aku takutkan ketika ia sudah tidak bertemu denganku sekian lamanya, ia menjadi berubah karena orang lain. Sekarang bagaimana saya bisa tegar seperti sebelum hari ini?

Ini hari yang menyakitkan dirinya dan juga diri saya sendiri..

11/29/2010

Just A Chit Chat

SHOULD MOBILE PHONES BE BANNED FROM SCHOOL?

Shanti : Putri, do you think that mobile phones should be banned from school?

Putri : No, I don’t. Why?

Shanti : I think mobile phones only make some social problems in the school. You know why? Well, they always use mobile phones when the study activities are going on. It makes the students don’t pay attention to their teacher’s explanation. Also there are students who are lost their mobile phone. Sometimes they do not careful with their mobile phones. They also unconscious with the danger outside. In the school there are many people who are always thief without known by us.

Putri : Yeah, I heard about that too. Many times I saw many students who lost their mobile phones because they don’t be careful with them.

Shanti : See what I mean? Besides, the modern mobile phones completed by many features like MP3s, camera, multimedia message, until 3Gs. It makes students only enjoy the features while the lessons are going on. Sometimes they play some music in loud sound, so it disturbs other students in another class to concentrate with the lesson. Another thing is they always accuse to school to be responsible with the accident, but the school doesn’t know what happen in the accident, so they just often give many advices for the students to be careful without any exertion to look for the source of the problems.

Putri : Do they? How come?

Shanti : Using the phones during the lessons is the most factor of the lost phone. They usually leave their phones in their seats. Someone can see this chance to take the phone and bring it to the mobile phones’ centre then he/she sell it. This make the school doesn’t know what to do except they should banned the using of mobile phones in the school.

Putri : Actually, I can’t deny the facts that mobile phones can help us to communicate with our parents to inform where we are, or just send message to all friends to inform our condition. I can’t imagine what this world would be like if there are no mobile phones. How could I communicate with other people although I’m out of my house? How could people know where I am?

Shanti : You’re right. I don’t object to that.

Putri : To me, mobile phones have more advantages than disadvantages.