Tampilkan postingan dengan label open your mind. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label open your mind. Tampilkan semua postingan

10/17/2012

CATATAN INFORMATICRAZY: MANAJER BAND? WHY NOT?

Saya menyukai hal-hal yang baru dalam hidup saya, jujur saja, sangat membosankan bila Anda menekuni satu bidang favorit Anda terus menerus tanpa ada variasi. Saya sangat menyukai dunia seni, meski disiplin ilmu saya di bidang teknik. Seni itu universal, tanpa ada batasan ekspresi, tanpa ada batasan kehidupan maupun kematian. Semua manusia memiliki rasa seni yang berbeda, bisa jadi rasa seni yang ada di dalam diri saya lebih tinggi dibandingkan rasa-rasa di bidang yang lainnya. Maka, saat pacar saya ingin menekuni dunia band lebih dalam dan berobsesi ingin menjadikan hal tersebut sebagai karir di masa kini dan masa yang akan datang, saya berani menyatakan akan membantunya sebagai manajer band. Setelah keputusan itu terlontar, banyak hal yang harus saya hadapi bahkan sampai membuat saya sakit hati hingga berlinang air mata. Memang wanita sangat perasa, jika sudah terlalu perasa, maka berbagai emosi akan meluap seketika. Oke, kembali lagi kepada topik awal, awalnya begitu sulit untuk membantu mereka mendapatkan beberapa acara festival maupun bintang tamu. Berkorban waktu, materi, hingga kesehatan pun saya lakukan demi mendapatkan 1 acara yang selangkah membantu mereka melebarkan sayap sedikit demi sedikit. Ada saatnya saya harus jatuh bangun demi membela kualitas band saya, karena mereka pun pantas diberikan kesempatan. Percecokan kecil yang menjadi luas sempat menurunkan semangat dan keyakinan saya untuk menjalani pekerjaan sampingan saya ini. Tetapi berkat dukungan orang-orang terdekat, saya masih mampu bertahan berjuang hingga mereka mendapatkan tempat yang layak di dalam dunia musik.

Saat ini kurang dari 2 tahun, saya sudah membawa band ini sampai luar kota, walaupun belum terlalu terkenal di kota lain, tetapi dari lingkup kelas di kampus, teman-teman saya sudah mulai peduli akan aktivitas saya sebagai manajer band. Meski harus berjuang dari nol, tetapi saya senang menikmati segala prosesnya. Saya percaya suatu saat nanti usaha saya akan membuahkan hasil, meski keluarga berkata ini tak ada gunanya, saya yakin perkataan itu akan berbalik menjadi kebanggaan yang luar biasa.

Terima kasih atas segala dukungan, kasih sayang, dan usaha kalian untuk saya.

untuk RELIEF :)


RELIEF formasi lama

RELIEF formasi baru


10/24/2011

Healthy in Carrying Out a Relationship


Pernahkah kalian mempunyai masalah dalam setiap menjalin hubungan dengan kekasih kalian? Well, begitu pula dengan saya, tetapi selama hampir 4 tahun ini saya dengan kekasih saya mencoba untuk stay cool even problems heat our brain everytimes. Seorang teman yang lebih lama dari saya dalam menjalin hubungan dengan kekasihnya saja belum tentu bias mengatasi hal-hal kecil, disini saya tekankan soal perasaan setiap individunya. Ada seorang teman yang berkeluh kesah mengenai pasangannya. Masalah yang ia bingungkan adalah soal komitmen mereka untuk saling menghargai satu sama lain. Baiklah, si wanita bahkan tidak pernah sedikitpun macam-macam di depan maupun di belakang si lelaki. Tetapi menurut si wanita, pasangannya itu sudah menyakiti hatinya dengan berkomunikasi layaknya “pacar” dengan wanita lain dalam sebuah messenger dan situs jejaring sosial. Hal yang sangat klasik namun setiap zaman berjalan, problema itu mengikuti pula. Kemudian si wanita mengatakan ketika ia dengan pasangannya bertengkar soal wanita lain itu, si lelaki langsung “menghapus” pacarnya dari messenger  dan setelah itu ia akan me-add pacarnya setelah 1 minggu. Ya, saya katakan hal itu mungkin wajar, karena setiap saya bertengkar dengan pasangan saya pun ada waktu jeda untuk saling mendiamkan dan menenangkan diri. Tetapi sepertinya teman saya ini tidak terima dengan perlakuan pasangannya yang aneh, karena setelah 1 minggu itu akan mulai lagi masalah yang sama. Hmm, saya saja yang mendengar ceritanya sedikit lelah, apalagi yang secara bersangkutan yang merasakannya? Pasti sangat melelahkan.

Kemudian saya menceritakan hal ini dengan teman-teman kos saya, mungkin saya bisa mendapatkan sedikit solusi yang baik. Kemudian teman kos saya (anggaplah si C), si C bercerita hal yang sama seperti cerita saya. Setelah itu (anggaplah mba M), mba M pun memotong cerita kami dengan opininya (meskipun mba M tidak mempunyai pengalaman berpacaran yang banyak, tetapi ia jago dalam melihat kehidupan orang lain kemudian ia simpulkan untuk dijadikan kebaikan yang bermanfaat). Dia mengatakan kepada saya dan si C (kurang lebih seperti ini, maaf kalau ada kekurangan), “Kenapa sih kok seperti itu saja menjadi masalah? Sekarang begini, kalau kalian yakin sama pasangan kalian kenapa harus rebut seperti itu? Bukankah kalian sudah dewasa, bias kan membedakan yang baik untuk kita, yang buruk untuk kita. Menurut Mba tuh harusnya kalian tidak bersikap seperti itu, memarahi orang yang mengganggu pacar kita, yang genit sama pacar kita, lebih baik biarkan orang yang seperti itu, karena percuma kalo kita marah sama pengganggu itu, buang-buang tenaga jadinya. Justru yang harus kalian marahi bila terjadi kondisi seperti itu ya pacar kalian, kalau memang pacar kalian pun merespon perlakuan si pengganggu tadi. Jika tidak, itu bagus, itu berarti pacar kalian tegas sama diri sendiri. Cowok itu semakin dia dikekang maka akan semakin menjadi, biarpun dia sudah punya istri yang cantik seksi, kalau dia melihat wanita lain yang memang enak untuk dilihat, dia pasti akan lihat dengan sendirinya. Biarkan saja cowok begitu, justru jika kita biarkan pacar kita untuk tidak dikekang, maka yakinlah cowok itu akan merasa ga enak sama kita, misalnya kata pacar Shanti “Oh, Shanti aja percaya sama gue, masa iya sih gue bersikap yang macem-macem di belakang dia?”. Lambat laun cowok juga akan menyadari satu hal dan pasti akan membangun suatu sikap tegas untuk bilang “Tidak!” dengan segala gangguan yang bias menyakiti perasaan pacarnya. Kalau cowok yang memang sayang sama pacarnya dan ga mau pacarnya tersakiti hatinya, pasti dia akan tegas terhadap teman yang genit sama dia. Kan kita ga tau karakter orang-orang seperti apa diluar sana, apalagi jika bekerja, pasti banyak waktu yang dihabiskan di luar rumah lalu mau tidak mau harus berinteraksi dengan orang sekitar. Apalagi bisa saja teman-temannya itu memang terbiasa bertingkah yang menurut kita menyebalkan, misalnya suka rangkul-rangkul tangan pacar kita walaupun cewek itu tau pacar kita itu sudah ada yang punya. Justru jika diladeni oleh kita, cewek itu akan menjadi-jadi tingkahnya, sehingga dia berpikiran “Wah, si Shanti jealous nih sama gue, wah gue berhasil dong bikin dia iri sama gue, oh mungkin dia iri sama gue karena gue lebih cantik kali ya dari dia.” Aduuuuh mendingan kalau ada yang kaya gitu, biarkan aja nanti dia capek sendiri dan jenuh.  Lebih baik kita wanti-wanti pacar kita, setidaknya menjaga pacar kita untuk tidak merespon. Tapi Mba yakin kok, kalau kita aja bisa ignore sama gangguan tadi, pasti cowok kita akan tegas dengan sendirinya. Kalau cewek lain mengganggu, otomatis pacar kita akan bilang, “Lo jangan gitu dong, gue ga suka!” atau “Gue ga mau ah begini nanti Shanti marah sama gue”. Cowok dewasa akan bisa menjaga dirinya sendiri dari gangguan itu sebagai bentuk penghargaan kepada pacarnya kalau dia sayang sama pacarnya. Sebenarnya pacaran itu cukup “Aku sayang sekali sama kamu” “Aku juga sayang sekali sama kamu”, udah, that’s it. Kepercayaan itu penting sekali, bahkan jika sudah punya komitmen wah itu tidak perlu khawatir sekali., karena cowok kita pun akan berpikiran untuk terus menjaga perasaan pacarnya sendiri. Kalau cinta jangan terlalu cinta banget, kalau cuek yaa jangan terlalu cuek banget. Let it flow, biarkan saja mengalir apa adanya. Kita juga harus punya hidup yang sehat, tentunya ya itu tadi jangan biarkan diri kita sakit jiwa gara-gara mengurusi gangguan dari luar, biarkan aja nanti juga hilang sendiri. Tentunya juga jangan terlalu membatasi pertemanan, hanya cowok saja atau hanya cewek saja, kalau seperti itu lo udah sakit namanya! Dunia ini kan ga cuma satu jenis gender saja, ada 2 kan, yaa jangan terlalu begitu lah, suami istri juga hidupnya bukan hanya suami dan istri dikotakin tok aja selesai. Tetapi kan harus menjalin hubungan masyarakat, bukan hanya berdua saja dengan suami saja atau istri saja. Makanya mulai lah hubungan yang sehat dengan pasangan kita. Kalau kita over, masih ada kemungkinan kan apakah kita memang berjodoh (ya syukur kalo iya), coba kalau ngga? Yang ada nanti depresi, samapi sakit, diem berminggu-minggu, itu tuh ga baik dan dilarang juga dalam Al-Qur’an kan? Jadi tetep, let it flow ajalah, santai..”

Wah, iya juga yah? Kok saya ga kepikiran? Terima kasih buat mba M sudah memberi pencerahan ke saya dan si C. Hmm, minimal saya pertahankan terus hubungan saya, kalau bisa maksimalkan dengan kelanggengan yang berujung menjadi jodoh ^_^ hehehehee..Sudah ah menulisnya, jika ada hal yang menginspirasi lagi pasti saya share disini. Be Healthy!! Happy Blogging!! ^_^



-Dedicated to all my friends-

10/05/2010

The Beautiful Past Time Just Make Us Not To Try The Future Time

past time..
masa lalu..
penting?
ya, itu adalah salah satu bagian dari rangkaian hidup kita
tanpa masa lalu, tidak ada kemajuan..
tanpa masa lalu, tidak akan ada kata "kenangan" dalam kamus..
tanpa masa lalu, tidak ada cerita yang terasa begitu waktu berlalu..

namun apakah masa lalu akan selalu kita bawa hingga detik ini?
tidak seperti itu kenyataannya, karena waktu terus berputar seakan tidak mau tahu bagaimana rasanya terlewati..
yang waktu tahu hanyalah ia hanya harus berputar demi mempertahankan hidup..

mungkin kita memiliki masa bahagia dengan masa lalu..
tetapi tidakkah kau lihat detik ini ada seseorang yang baru membutuhkan partisipasi kamu dalam hidupnya?
cobalah terima dengan lapang dada, bahwa kamu tidak bisa jalan di tempat dalam waktu yang sangat lama, kamu butuh berjalan, menyeimbangkan waktu yang mungkin melebihi langkah kita terlebih dahulu..
ada kalanya ketika kata "rindu" hadir di dalam benak, bukankah seharusnya rindu itu menjadi kekuatan untuk mencoba sesuatu yang baru?
karena masa lalu hanyalah sepenggal kekuatan untuk kita mencoba yang tidak biasa.

kapankah kita akan keluar dari safety zone masing-masing?
apa hanya karena kenyamanan saja yang menjadi warna di hidup kamu?
kamu masih harus merasakan warna ketakutan, kepedihan, kehilangan, keceriaan, kebuntuan, dan sebagainya..
sadarlah kawan, kamu tidak boleh terus-menerus berada di safety zone yang selama ini terbentuk oleh karakter lingkungan,
kamu harus mencoba keluar selagi kamu masih diberi kesempatan untuk mencoba yang tidak kamu rasakan sebelumnya..

hidup tak akan pernah sesempurna Sang Pencipta..
semua manusia akan pernah merasakan jatuh dan bangkit dalam periode tertentu.


untuk semua kawanku, mari bersama renungkan kejadian kemarin, hari ini, dan pikirkan yang terbaik untuk masa depan semua.

4/15/2010

Katakanlah Saat Itu Berdampak Pahit Bagi Hidupmu

Pernahkah kamu merasa orang-orang di sekitarmu menuntut suatu kejujuran?
Atau jangan jauh-jauh deh, orang yang sekarang paling dekat padamu saja, pernahkah dia memaksa kamu untuk jujur?
Well, actually hal ini dialami olehku. Mungkin maksudnya dia baik ya, memohon-mohon aku untuk terbuka sama orang tua aku karena suatu hal. Tapi aku pikir, ada saatnya nanti aku harus bilang yang sejujur-jujurnya pada mereka, karena jika aku ungkap semua unek-unek dan penat yang ada di diri aku sekarang juga mereka pasti mengambil tindakan yang tidak masuk di akal dan itu akan berdampak buruk bagi aku, juga buat dia.
Ayolah, Shanti, katakan pada mereka apa yang kamu rasa. Aaaaaaahhhh...rasanya makin penat saja merasakan hati aku bergejolak ingin mengungkapkan suatu kebenaran. Mungkin tidak bisa dibilang itu kebenaran buat semua pihak, tapi aku haus akan kebenaran yang ingin aku miliki itu. Coba kalian bayangkan, manakala kita seharusnya bisa dipercaya untuk me-manage semua hal-hal pribadi kita, karena berbeda prinsip maka semua akan menyalahkan kita, apapun itu dan dalam kondisi apapun, tetap saja pada saatnya kita benar kita tidak dipercaya, semakin posesif mereka membatasi hal-hal yang ingin kita capai. Jujur saja, hal itu selalu membuat aku sakit dan termenung karena hal yang sepele.
Jujur aku disini tidak mau menyalahkan siapa-siapa, mungkin memang aku yang salah, salah menjalani hidup, salah mengambil keputusan, dan salah semua!!!! Teeet tooooottt...
Sekarang yang aku bingungkan hanya satu pertanyaan dengan banyak masalah : bagaimana caranya menghubungkan keegoan dan harapan yang menjerit-jerit agar bisa menjadi satu momen yang membahagiakan semua orang?

Andai kamu tahu, andai kalian tahu, aku disini sendiri tanpa pengetahuan apapun tentang keinginan kalian terhadapku...
Ajari aku segalanya, please...

Aku akan mengatakannya, sayang, kalau kamu mau bersabar, mau mendukung aku untuk merubah pandangan mereka, ayolah, please...
I'm so tired of being here...

2/12/2010

CONFESSIONS OF THE MYSTERIOUS LIFE (PART 1)

Kenapa ya, ada orang yang bimbang menjalani hidupnya? Seperti aku, aku dibesarkan oleh keyakinan yang mendasar dan baku dalam hidupku. Semua berjalan sangat biasa, tak ada problema, tak ada keraguan, tak ada hambatan. Saat itu aku berkata dalam hati, ya Tuhan, hidupku sudah nyaman seperti sekarang ini, semoga kau akan selalu membuatnya seindah ini. Aku merasakan hal-hal yang mengagumkan selama 16 tahun perjalanan hidupku ini, mungkin kemudahan masih berpihak kepadaku saat itu. Kata ibuku, ya Shan, bersyukurlah akan hidupmu, karena kau beruntung menjalani hidup yang selalu diberi kelancaran olehNya. Awalnya aku merasa itu ada benarnya, aku sampai membuat presepsi bahwa hidupku dan keluargaku akan selalu mudah dan bahagia tanpa kekurangan apapun. Tidak berubah, sampai ketika aku menyadari akan ada cerita baru untuk hidupku, cerita yang membuat kau terasa diaduk pikiran dan keyakinan yang selama ini kokoh setiap harinya. Aku tak bisa mangkir, karena aku tahu aku punya pandangan yang berbeda mengenai hal ini. Aku menemukan diriku yang lain dari sebelumnya dan aku menemukan dunia yang tadinya sangat ramah padaku tiba-tiba menudingku dengan berbagai kenyataan pahit yang harus aku pecahkan sendiri. Apakah ini yang disebut dewasa? Ya, mungkin, kata orang-orang di sekitarku, kawan-kawanku yang ku pandang selama ini tidak seberuntung aku, malah aku yang dibalikkan hidupnya, dan mereka pun berhasil membuat aku sadar dan menyesal akan keterlambatan ini. Ya Tuhan, apa ini salahku? Tidak, aku yakinkan ini hanya karena kebutaanku pada dunia. Mungkin dunia sudah memberikan petunjuknya mengenai hidup, hanya saja aku terlalu santai dan tidak merasa bersalah menjalani nasib ini. Kau tahu setelah mataku terbuka, aku menyadari hidupku kini di ambang kebimbangan yang sangat membuatku benar-benar merasa hidup. Aku kini tak lagi merasakan hidup yang mudah dahulu, aku lupa rasanya bagaimana. Karena ia datang membawa perubahan untuk diriku juga hidupku serta paradigmaku yang terlempar jauh dari kesadaran. Aku harus berterimakasih dengan sangat kepadanya, ya setidaknya aku tahu hal ini sebelum waktu tak menyediakan jasanya lagi untukku. Dan karena dirinyalah, aku harus mengisap sari-sari kehidupan yang pahit yang harus aku ubah komposisinya. Sulit sekali. Jalan satu-satunya saat ini hanyalah terus menjalin hubungan khusus dengannya, karena dialah yang akan membawaku nanti ke dunia yang benar-benar “manusia”. Tetapi semakin aku bersamanya, semakin aku harus menutupinya. Orang tuaku mengetahui hal ini, tidak membiarkan aku keluar dari pakem yang sudah mereka suntikkan padaku, memutuskan aku harus pergi darinya. Tetapi aku melawan, aku terus menjaganya dalam dekapan kebohongan dan petak umpet. Mereka yang jaga, aku harus bersembunyi bagaimanapun caranya agar tidak ketahuan. Mungkin hubungan ini layaknya kucing-kucingan, aku tahu dalam waktu dekat pun persembunyianku tetap akan terbongkar, bahkan aku sanagt dekat dengan proses isolasi dari dunia yang akan menghantamku dengan keras. Hatiku selalu berontak setiap harinya, entah apa yang harus aku perbuat. Aku bingung, saat aku bersamanya pun hatiku meledak-ledak menyemburkan kebimbangan, memaksa tubuh ini harus memilih. Aku bisa saja meninggalkan kulit lamaku, tapi regenerasiku ternyata masih mentah, belum waktunya. Kapankah itu akan datang padaku, ya Tuhan? Masihkan aku harus menanggung berbagai kenyataan yang bertentangan dengan hidupku ini sendirian? Meski aku yakin teman-temanku akan membantu, tapi apapun yang mereka akan usahakan tak cukup mengalahkan kekakuan yang ada di otak kuno orang tuaku. Mereka bilang aku belum mengerti, samapi umurku menginjak 18 tahun pun aku masih dikatakan belum mengerti. Ya Tuhan, aku kurang mengerti apa sih? Aku tahu mereka menginginkan yang terbaik untuk hidup anaknya, tapi aku merasa mereka tidak mengeinginkan untuk mengabulkan permintaanku. Satu yang mengangguku, ya Tuhan, apa iya hidupku ditentukan oleh orang lain? Bukankah kau mengajarkan pada kami, kami hanya hidup untukMu? Untuk mencari jalan yang lurus agar kami mencapai tempatMu yang diagung-agungkan umat manusia. Aku ini jiwa yang menjelma menjadi individu, ataukah jiwa yang masih melekat pada jiwa individu yang lain? Aku merasa, itu artinya aku tidak sepenuhnya sinar yang berasal dariMu, ya? Aku ini individu, mana ada nantinya dosa-dosa dan pahala-pahala dari jiwaku ditanggung oleh jiwa yang lain? Aku bimbang, ya Tuhan. Aku sangat membutuhkan petunjukMu, tetapi mengapa aku tak melihat apapun yang menuntunku? Sungguh aku tak mengerti.
……….to be continued.

1/14/2010

Kebebasan yang Tak Sempurna

Bebas. Kata itu yang sering muncul di banyak benak manusia-manusia yang haus akan jati diri, akan hidup yang menurut mereka akan menjadi kebahagiaan yang bisa menghancurkan semua beban yang mereka panggul selama hidup mereka. Hidup terasa sangat biasa bila tidak ada variasinya dengan berbagai kewajiban yang harus kita penuhi setiap detiknya. Mungkin itu sebabnya ada hak yang diciptakan Yang Kuasa untuk menentukan berbagai pilihan yang ada di dunia ini, yang ada di hidup ini. Kita harus memilih kebutuhan yang penting atau tidak di saat keuangan kita tidak tertolong lagi. Ada pula kita harus memilih apakah lebih baik ikut kuliah atau absen untuk bersenang-senang melepaskan penat di saat yang bersamaan. Kita tidak pernah tahu bagaimana rasanya ada di dalam semua pilihan, Tuhan dengan bijak hanya memilihkan satu pilihan yang terbaik untuk hidup kita. Semua pilihan sebenarnya baik dimataNya, hanya saja umatnya yang memilih dengan pandangan dan caranya yang berbeda-beda. Kadang kita merasa bahwa pilihan itu sudah tepat, pilihan itu sudah akan membebaskan kita dari semua bentuk kekangan, tetapi nyatanya tidak. Siapa yang bilang menjadi bebas itu enak? Sebebas-bebasnya hidup tentunya ada tanggung jawab yang menyertainya. Begitupun dengan pilihan, kita tidak sembarangan memilih karena akan ada resiko yang timbul dari pilihan-pilihan yang kita ambil. Bagaimana dengan halnya “bebas memilih”?

Aku sendiri merasa, sudah saatnya aku bebas dari semua himpitan dan tuntutan hidup, tapi hidup tidak menginginkan aku untuk bebas seperti pikiranku yang menciptakannya. Hidup ingin semua yang dia inginkan harus aku turuti, jika tidak hidup itu akan murka kepadaku. Lalu aku bertanya apa yang salah jika aku bebas? Mereka bilang, bebas itu terlalu berbahaya untuk aku kecap. Aku tanya, bagaimana kalau aku saja yang pilih untuk hidupku sendiri, agar aku senang? Mereka bilang, jika begitu pemikiranmu maka kamu adalah seorang yang egois, sebaiknya kamu turut saja apa pola kami atau kamu pergi dari hidup ini. Bisa dibayangkan oleh kalian, betapa hidup mengecilkan harapan kita di saat kita tahu ada yang lebih benar daripada yang kita yakini sebelumnya. Mungkin ini tantangan pada saat Galileo Galilei membuat pernyataan bahwa Bumi yang berputar mengelilingi Matahari, bukan Matahari yang mengelilingi Bumi. Awalnya berbagai tentangan bahakan cibiran banyak yang ditujukan padanya. Dan sekarang? Pernyataan tersebut dipercayai kebenarannya hingga sekarang. Apakah kita tidak bisa melakukan hal yang serupa untuk hidup kita? Ada yang beruntung hidupnya bisa menerima setiap perubahan di setiap detiknya agar hidup mereka dipenuhi kebenaran yang datang bergantian memberikan informasi untuk mereka supaya tidak tersesat, ada pula yang sampai saat ini hidupnya tidak pernah mau menerima informasi yang terbaru, bahkan mereka terkesan menutup diri dari serangan informasi yang bertubi-tubi datang memaksa agar semua orang tau – tapi tetap saja, local jenius disini yang memenangkan perang dengan serangan tersebut. Mungkin aku termasuk yang masih terperangkap local genius dari hidupku. Hidupku yang memaksa. Sungguh tidak menyenangkan memiliki hidup seperti ini terus. Aku butuh penyegaran jasmani dan rohani saat ini, jika ini masih terus berlanjut sampai aku terlambat menyadarinya. Sesalkah aku nantinya bila hanya begini keadaannya? Sampai detik ini saat aku menulis pun, masih banyak pertanyaan yang membuatku masih terombang ambing pikirannya, masih terlalu heran mengapa hanya hal ini yang dipusingkan oleh hidupku. Aku tak tahu apa motif dari hidupku, sehingga mereka masih bersikukuh agar aku tidak macam-macam, tidak mengecap hidup baru, dan lain sebagainya. Kau tahu, lelah rasanya aku menghadapi hidupku sendiri. Padahal orang lain memandang hidupku ini biasa saja, malah beruntung katanya. Hah. Bisa-bisanya mereka menilai seperti itu tentang hidupku, padahal di balik hidupku masih ada lubang besar yang memisahkanku dengan hidup itu. Aku bahkan tidak dekat, tidak akrab dengan hidupku sendiri. Mengetahui hidupku masih hidup di hidupku saja aku tak tahu, apalagi menjaganya agar tetap hidup? Confused, eh?

Banyak orang yang mengalami seperti aku ini. Mungkin aku salah satunya yang memberontak dari perangkap hidup. Semakin perangkap itu mengecilkan ruangannya, semakin kuat aku untuk memberontak. Sekarang aku hanya bisa merenungi hidupku yang begitu kuno, yang begitu protektif terhadapku, padahal aku kan yang seharusnya memegang kendali hidupku ini. Sekarang aku bebas menulis ini, tetapi aku tak akan tahu berapa banyak yang menyadari maksud tulisanku ini. Aku masih takut menuangkan semua masalah hidupku, karena jika kau jadi aku, kau akan sadar bahwa kebebasan di dunia tidak akan pernah sempurna, hanya kebebasan hakiki sajalah akan kau alami suatu saat nanti, entah kapan pastinya.

Renungkan Sejenak Tentang Kehidupan yang Hakiki


hmmm...
aku tak tahu harus memulai darimana untuk mencurahkan segenap pikiran yang terlintas pada masa lalu yang tak sempat kutuangkan dalam tulisan yang bisa aku buka kembali pada masa depan...
sejuta kata, pikiran, perasaan, berpadu dalam satu hal yang membuat aku merasa telah mengenalnya jauh sebelum aku dilahirkan ke dunia ini...
aku tak berbicara dengan sok puitis, tapi bukan anarkis...hanya sekedar menuliskan hasil pemikiranku saja terhadap apa yang telah ku alami selama hidup ini berjalan sebagaimana mestinya...

aku selalu memerhatikan keadaan kehidupan di sekitarku...
mungkin orang lain tak ada yang berbuat sedemikian rupa sepertiku, tapi ini adalah hal yang menyenangkan sepanjang hidup, sebagai satu-satunya jalan mencari non fiksi ditengah-tengah fiksi...
:-D

sebenarnya aku sendiri juga galau menulis catatan ini...dengan satu dua hal yang mengancamku untuk berekspresi mengembangkan pikiranku ini...tapi tak aku pikirkan lagi semuanya...karena aku yakin setelah ini, pasti ada yang mengerti tentangku...

akhir-akhir ini ada hal yang menyerang kedamaian kalbuku. kutanya, 'siapa kamu?', namun ia hanya diam terpaku. aku tak tahu apa yang membuatnya begitu, tapi aku pun tak merasa mengganggunya. maka kuputuskan saja pada saat itu aku ikut diam bersamanya, mengelana dalam fantasi gila hingga semua pun masih tetap diam di tempat, menunggu fantasi itu beristirahat dan terkunci rapat dalam peti dan memulai lagi petualangannya pada saat terbuka dengan kisah yang berbeda...

ya, semua berubah sesuai dengan keputusanku. aku dihadapkan dengan dua opsi yang buatku itu sama pentingnya. pernahkah kalian sadar, kalian hanya merasakan satu keputusan saja dalam hidup, dan kau berusaha mengimajikan yang satunya lagi tanpa menjadi nyata? seringnya kita merasakan hal itu. terkadang kau bisa saja berharap merasakan keduanya...

semuanya yang ada di hidupku, bergerak seperti yang aku mau, yang aku harapkan, sampai yang ku benci sekalipun semua terwujud. wah. permainan sistem ke semesta yang hebat. betapa Yang Kuasa begitu pemurah memberikan segalanya, hingga keluhan kita pun diwujudkanNya...betapa mereka yang dikaruniakan keridhoan olehNya seharusnya selalu bersyukur, bahwa nasibnya jauh lebih baik daripada mereka yang hanya mendapatkan karunia yang maya, seperti aku. bisa saja kau katakan aku yang tak pernah bersyukur, tapi demi Yang Kuasa, aku selalu bersyukur. tidakkah mereka lihat kami yang papa ini selalu memujanya dengan segenap hati, tapi mereka yang selain kami hanya tertawa tanpa mencarikan suatu solusi yang baik dan benar? haha. memang itu sekarang perkara yang manusia hadapi hingga keadilan akan segera muncul membinasakan yang salah...tunggu saja.

"Nasib bukanlah hadiah dari peluang (change) tetapi hasil dari pilihan (choice). Kemalasan, keras kepala yang menjadi lawan dari kemauan keras untuk maju adalah produk dari pilihan negatif yag sudah menjadi muatan pikiran, kesadaran dan keyakinan kita" -William Jennings Bryant.

kata seseorang yang sangat dekat denganku saat ini, bahwa siapapun yang mau berpikir, ia akan dibukakan jalan menuju keridhoan yang sangat luar biasa. sejenak aku diam. apa yang akan kupikirkan? semuanya telah aku pikirkan, bagaimana ia bisa berkata bahwa aku ini tidak pernah berpikir? jadi apa yang akan aku cerna dalam pikiran sehingga aku akan mencapai maksud dari semua kata-katanya? batinku memaksa melontarkan semua pikiran itu. katanya, pikirkan saja kenyataan yang memang terjadi di depanmu, buka mata, dan lihat semuanya sampai sedalam-dalamnya, maka kau tahu jawaban itu memang sudah ada disana sebelumnya. yakinkan saja hatimu, percaya padaNya, niscaya kau temukan apa yang sebenarnya menjadi hidupmu.

keluhan akan ketidakberhasilan boleh kau tumpahkan setiap harinya pada semua orang, tapi membiarkan diri dikuasai rasa kalah oleh kesulitan-apalagi sudah sampai pada tingkat kemalasan-adalah sumber kekalahan yang sebenarnya. saat ini memang aku kalah dari orang lain, tapi bagiku mengetahui bahwa aku telah menang untuk mengetahui adalah kebanggaan yang sangat rasional ketimbang mereka yang sudah terlalu puas hingga tak sempat untuk menggali kebenaran yang hakiki itu. memang saat ini aku belum bisa memutuskan apakah aku akan sanggup menjalaninya suatu saat nanti, tapi hatiku telah mantap dan bersikukuh untuk melakukannya pada waktu dan cara yang baik. semoga ini yang memang dinginkan oleh yang lain terhadap diriku.

sebenarnya masih banyak yang ingin aku bagikan pada teman-temanku agar mereka tahu apa yang mengganjal di hatiku. tapi aku yakin kalian akan semakin bingung dengan catatanku ini...hehe. jangan terlalu dipikirkan tentang catatan ini, bacalah dan nikmati saja. bisa saja kalian akan mengerti, dan akan memulai untuk membuka dan memperbaharui pikiran kalian sendiri. aku harap.

"Hal lain yang bisa kita lihat dari tradisi orang-orang hebat di dunia ini adalah, tidak ada orang yang menjadi hebat karena tidak punya masalah tetapi sebaliknya bahwa mereka hebat karena masalah. Salah satu rahasianya adalah, mereka sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih akurat dibanding orang lain sehingga mereka secara mental 'menginjak' masalah, bukan 'terkubur' oleh masalah."