



p=0
while p != 3
puts "+++PROGRAM MENU+++"
puts "++++++++++++++++++"
puts "1. Akreditasi "
puts "2. Kalkulator "
puts "3. Keluar "
puts "Masukkan pilihan :"
p=gets.to_i
while p != 3
if p==1
puts "===AKREDITASI==="
print "Masukkan Jumlah Mahasiswa :"
mhs=gets.to_i
a=0
for a in 1..mhs do
print "== DATA Mahasiswa ke-#{a} =="
puts
print "Masukkan nama :"
nama=gets
print "Masukkan NPM :"
npm=gets
print "Nilai UTS :"
uts=gets.to_i
print "Nilai UAS :"
uas=gets.to_i
total=uts*0.7 + uas* 0.3
puts "Total Nilai anda adalah....",total
case
when total >=85
puts "grade anda A"
when total >=75
puts "grade anda B"
when total >=65
puts "grade anda C"
when total >=55
puts "grade anda D"
else
puts "grade anda E"
end
end
break
elsif p==2
puts "=== KALKULATOR ==="
puts "Masukkan a :"
n1=gets.to_i
puts "Masukkan b :"
n2=gets.to_i
puts " ==== Hasil ===="
jum="penjumlahan :",n1+n2
puts jum
kur="pengurangan :",n1-n2
puts kur
kal="perkalian :",n1*n2
puts kal
bag="pembagian :",n1.to_f/n2.to_f
puts bag
puts
break
elsif p==3
exit
else
puts "salah input"
break
end
end
end
| Surat Lamaran yang Baik | |
| Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat lamaran yang baik, yaitu sebagai berikut:
Tampilkan jati diri kita secara menarik. Isi surat hendaknya dapat memunculkan kesan simpatik, tidak terlalu arogan tetapi juga tidak terlalu merendah.
Kesan pertama sangat penting. Usahakan untuk menyusun surat yang ketika seseorang mulai membacanya, akan langsung tertarik untuk mengetahui lebih lanjut seperti apakah kriteria kita
Prestasi kerja maupun pengalaman yang sukses harus disebutkan, untuk menunjukkan bahwa kita mempunyai prestasi dan pengalaman yang patut dipertimbangkan.
Gunakan bahasa yang sederhana dan ringkas. Kita mempunyai kesempatan untuk menjabarkan semuanya dalam kesempatan wawancara. Untuk saat ini, buatlah penjelasan yang singkat tetapi efektif.
Hindari kalimat yang tidak efektif, kalimat yang diulang-ulang tanpa alasan, ejaan yang salah, maupun penggunaan tata bahasa yang buruk. Yang sering terjadi adalah penggunaan kata keterangan yang berulang-ulang, atau kata sambung yang berulang-ulang, yang menyebabkan kalimat terasa janggal, yang persis seperti kalimat yang sedang anda baca saat ini, yang menggunakan kata sambung ‘yang’ secara berulang-ulang dan berlebihan.
Jika tidak diminta, hindari penggunaan bahasa Inggris, terutama jika kemampuan bahasa Inggris kita kurang baik. Jika bahasa Inggris kita bagus, boleh saja membuat surat lamaran berbahasa Inggris, yang tentu saja merupakan sebuah ‘nilai plus’ bagi kita.
Cantumkan tujuan dan alasan kita melamar. Biasanya tujuan yang sering disebutkan dalam surat lamaran adalah bahwa kita mempunyai kemampuan dan pengalaman yang memadai dalam bidang pekerjaan tertentu, dan dengan bergabungnya kita ke suatu perusahaan akan dapat memberikan kontribusi yang berharga bagi perusahaan tersebut.
Gunakan kertas yang bagus, bersih dan rapih, tidak kusut, tidak tebal dan tidak mudah terkoyak. Jangan menulis atau mencetak dengan tinta yang terlalu tipis agar surat lamaran mudah dibaca, dan hindari penggunaan tippex.
Lebih baik menggunakan komputer, kecuali perusahaan yang kita tuju mensyaratkan agar surat lamaran ditulis dengan tangan. Agar diperoleh kualitas tulisan yang setara dengan kualitas tulisan dari mesin cetak, sebaiknya gunakan printer inkjet atau laser, dan hindari penggunaan printer dot matrix karena akan memberi kesan kita orang yang tertinggal dalam hal teknologi. Gunakan jenis font standar, seperti Times New Roman untuk memberi kesan formal. Jadi sebelum Anda melamar pekerjaan, ada baiknya Anda fokus terhadap poin-poin di atas, percaya tidak, dengan format surat lamaran yang baik Anda akan memberi kesan yang baik dan Anda langsung mendapatkan respek yang lebih (wow). Jadi tetap semangat yaa!!! |
#include "stdio.h"
#include "stdlib.h"
#include "conio.h"
#include "math.h"
main(){
int pilih,a,b,c,d,mulai=1;
char g;
while(mulai==1){
system("clrscr");
printf("--------------------------\n");
printf("GERBANG L0GIKA|\n");
printf("MENU \n");
printf("--------------------------\n");
printf("1. AND \n");
printf("2. OR \n");
printf("3. NOT \n");
printf("4. NAND \n");
printf("5. NOR \n");
printf("6. XOR (EXCLUSIVE-OR) \n");
printf("--------------------------\n");
printf("Pilih nomor 1-6 : ");scanf("%d",&pilih);
printf("\n");
if (pilih<1>6)
putchar(6);
if (pilih==1){
system("cls");
printf("AND \n");
printf("Masukan nilai biner ke-1 : ");scanf("%i",&a);
printf("Masukan nilai biner ke-2 : ");scanf("%i",&b);
printf("\n");
if (a==1 && b==1){
printf("HASIL=1");
printf("\n");
}else{
printf("HASIL= 0");
printf("\n");
}
}else if(pilih==2){
system("cls");
printf("OR \n");
printf("Masukan nilai biner ke-1 : ");scanf("%i",&a);
printf("Masukan nilai biner ke-2 : ");scanf("%i",&b);
printf("\n");
if (a==1 || b==1){
printf("HASIL= 1");
printf("\n");
}else{
printf("HASIL= 0");
printf("\n");
}
}else if(pilih==3){
system("cls");
printf("NOT \n");
printf("Masukan nilai biner ke-1 : ");scanf("%i",&a);
printf("Masukan nilai biner ke-2 : ");scanf("%i",&b);
printf("\n");
c=(!("%i",a));
d=(!("%i",b));
printf("HASIL= %i",c);
printf("\n");
printf("HASIL= %i",d);
printf("\n");
}else if (pilih==4){
system("cls");
printf("NAND \n");
printf("Masukan nilai biner ke-1 : ");scanf("%i",&a);
printf("Masukan nilai biner ke-2 : ");scanf("%i",&b);
printf("\n");
if(!(a==1 && b==1)){
printf("HASIL= 1");
printf("\n");
}else{
printf("HASIL= 0");
printf("\n");
}
}else if(pilih==5){
system("cls");
printf("NOR \n");
printf("Masukan nilai biner ke-1 : ");scanf("%i",&a);
printf("Masukan nilai biner ke-2 : ");scanf("%i",&b);
printf("\n");
if(!(a==1 || b==1)){
printf("HASIL= 1");
printf("\n");
}else{
printf("HASIL= 0");
printf("\n");
}
}
else if (pilih==6){
system("cls");
printf("EXOR \n");
printf("Masukan nilai biner ke-1 : ");scanf("%i",&a);
printf("Masukan nilai biner ke-2 : ");scanf("%i",&b);
printf("\n");
if ((a==1)^(b==1)){
printf("HASIL= 1");
printf("\n");
}else{
printf("HASIL= 0");
printf("\n");
}
}
getch();
}
return 0;
}
#include stdio.h
#include math.h
#include conio.h
int main(void){
clrscr();
int dec=0,flag=0.0;
int bin,bit;
double exp=0.0;
printf ("Masukkan angka :");
scanf("%i",&bin);
while(bin){
bit=bin %10;
if(bit!=0 &&bit !=1){
flag=1;
}
bin=bin/10;
dec=dec+bit*pow(2,exp);
exp++;
}
if (flag){printf("Out");}
else{printf("%i",dec);}
getch();
return 0;
}
jangan lupa yaaa simpennya dalam bentuk .cpp ok!!
Tari Sri Kamelawi merupakan tarian penyambutan yang ditujukan kepada tamu kehormatan serta ungkapan selamat datang bagi tamu tersebut. Biasanya penari yang menarikan berjumlah lebih dari 2 orang atau berkelompok. Tarian ini mengisahkan para putri yang cantik sedang bermain-main di taman serta mengekspresikan kebahagiaan lewat gerak tari yang indah dan luwes.
Pengertian
• Weda adalah ilmu pengetahuan suci yang maha sempurna dan kekal abadi serta berasal dari Hyang Widhi Wasa, bagi para pemeluk agama Hindu.
• Berasal dari kata "Vid" (bahasa sansekerta), yang artinya mengetahui atau pengetahuan
• Disebut juga dengan:
- Sruti, yang artinya bahwa kitab suci Weda adalah wahyu yang diterima melalui pendengaran suci dengan kemekaran intuisi para maha Rsi
- Kitab Mantra, karena memuat nyanyian-nyanyian pujian
Bahasa
• Bahasa Sansekerta
• Nama sansekerta dipopulerkan oleh maharsi Panini, yaitu seorang penulis Tata Bahasa Sensekerta yang berjudul Astadhyayi.
• Sebelum nama Sansekerta menjadi populer, maka bahasa yang dipergunakan dalam Weda dikenal dengan nama Daiwi Wak (bahasa/sabda Dewata). Tokoh yang merintis penggunaan tatabahasa Sansekerta ialah Rsi Panini. Kemudian dilanjutkan oleh Rsi Patanjali dengan karyanya adalah kitab Bhasa. Jejak Patanjali diikuti pula oleh Rsi Wararuci.
Pembagian dan Isi
• Kitab Weda mencakup berbagai aspek kehidupan yang diperlukan oleh manusia.
• Berdasarkan materi, isi dan luas lingkupnya, maha Rsi Manu membagi jenis isi Weda itu ke dalam dua kelompok besar yaitu Weda Sruti dan Weda Smerti
• Kelompok Weda Sruti isinya hanya memuat wahyu
• kelompok Smerti isinya bersumber dari Weda Sruti, jadi merupakan manual, yakni buku pedoman yang sisinya tidak bertentangan dengan Sruti.
• Baik Sruti maupun Smerti, keduanya adalah sumber ajaran agama Hindu yang tidak boleh diragukan kebenarannya.
• Sruti dan Smerti merupakan dasar yang harus dipegang teguh, supaya dituruti ajarannya untuk setiap usaha.
Kutipan Ayat (M. Dh. 11. 10)
• Srutistu wedo wijneyo dharma
sastram tu wai smerth,
te sarrtheswamimamsye tab
hyam dharmohi nirbabhau. (M. Dh.11.1o).
• Artinya:
Sesungguhnya Sruti adalah Weda, demikian pula Smrti itu adalah dharma sastra, keduanya harus tidak boleh diragukan dalam hal apapun juga karena keduanya adalah kitab suci yang menjadi sumber ajaran agama Hindu.
Kutipan Ayat (M. Dh. II.6)
• Weda khilo dharma mulam
smrti sile ca tad widam,
acarasca iwa sadhunam
atmanastustireqaca.
• Artinya:
Seluruh Weda merupakan sumber utama dari pada agama Hindu (Dharma), kemudian barulah Smerti di samping Sila (kebiasaan- kebiasaan yang baik dari orang-orang yang menghayati Weda). dan kemudian acara yaitu tradisi dari orang-orang suci serta akhirnya Atmasturi (rasa puas diri sendiri).
Kutipan Ayat (S.S.37)
• Srutir wedah samakhyato
dharmasastram tu wai smrth,
te sarwatheswam imamsye
tabhyam dharmo winir bhrtah.
• Artinya:
Ketahuilah olehmu Sruti itu adalah Weda (dan) Smerti itu sesungguhnya adalah dharmasastra; keduanya harus diyakini kebenarannya dan dijadikan jalan serta dituruti agar sempurnalah dalam dharma itu.
Sruti
• Diturunkan secara langsung oleh Tuhan (Hyang Widhi Wasa) melalui para maha Rsi.
• Sruti adalah Weda yang sebenarnya (originair) yang diterima melalui pendengaran, yang diturunkan sesuai periodesasinya dalam empat kelompok atau himpunan.
• Weda Sruti disebut juga Catur Weda atau Catur Weda Samhita (Samhita artinya himpunan).
Kitab-Kitab Catur Weda
Rg. Weda atau Rg Weda Samhita.
• Adalah wahyu yang paling pertama diturunkan sehingga merupakan Weda yang tertua.
• Berisikan nyanyian-nyanyian pujaan,
- terdiri dari 10.552 mantra
- terbagi dalam 10 mandala. Mandala II sampai dengan VIII, disamping menguraikan tentang wahyu juga menyebutkan Sapta Rsi sebagai penerima wahyu. Wahyu Rg Weda dikumpulkan atau dihimpun oleh Rsi Pulaha.
Kitab-Kitab Catur Weda
Sama Weda Samhita
• Kumpulan mantra dan memuat ajaran mengenai lagu-lagu pujaan.
• Terdiri dari 1.875 mantra.
• dihimpun oleh Rsi Jaimini.
Kitab-Kitab Catur Weda
Yajur Weda Samhita
• Terdiri atas mantra-mantra dan sebagian besar berasal dari Rg. Weda.
• Memuat ajaran mengenai pokok-pokok yajus.
• Keseluruhan mantranya berjumlah 1.975 mantra.
• Yajur Weda terdiri atas dua aliran
- Yayur Weda Putih
- Yayur Weda Hitam
• Wahyu Yayur Weda dihimpun oleh Rsi Waisampayana.
Kitab-kitab Catur Weda
Atharwa Weda Samhita
• Adalah kumpulan mantra-mantra yang memuat ajaran yang bersifat magis.
• Atharwa Weda terdiri dari 5.987 mantra, yang juga banyak berasal dari Rg. Weda.
• Isinya adalah doa-doa untuk kehidupan sehari-hari seperti mohon kesembuhan dan lain-lain.
• dihimpun oleh Rsi Sumantu.
• Wahyu Rg Weda dikodifikasikan di daerah Punjab.
• Yayur Weda, Sama Weda, Arthara Weda dikodifikasikan di daerah Doab (daerah dua sungai yakni lembah sungai Gangga dan Yamuna.
Masing-masing bagian Catur Weda memiliki
• kitab-kitab Brahmana yang isinya adalah penjelasan tentang bagaimana mempergunakan mantra dalam rangkain upacara.
• Kitab Aranyaka isinya adalah penjelasan-penjelasan terhadap bagian mantra dan Brahmana.
• Kitab Upanisad mengandung ajaran filsafat, yang berisikan mengenai bagaimana cara melenyapkan awidya (kebodohan), menguraikan tentang hubungan Atman dengan Brahman serta mengupas tentang tabir rahasia alam semesta dengan segala isinya.
• Kitab-kitab brahmana digolongkan ke dalam Karma Kandha sedangkan kitab-kitab Upanishad digolonglan ke dalam Jnana Kanda.
Smerti
• Disusun kembali berdasarkan ingatan.
• Penyusunan ini didasarkan atas pengelompokan isi materi secara sistematis menurut bidang profesi. Secara garis besarnya Smerti dapat digolongkan ke dalam dua kelompok besar:
- kelompok Wedangga (Sadangga)
- kelompok Upaweda.
Kelompok Wedangga
- Srauta à ajaran mengenai tata cara melakukan yajna, penebusan dosa dan lain-lain, terutama yang berhubungan dengan upacara keagamaan.
- Grhyasutra à ajaran mengenai peraturan pelaksanaan yajna yang harus dilakukan oleh orang-orang yang berumah tangga. Lebih lanjut, bagian
- Dharmasutra à membahas berbagai aspek tentang peraturan hidup bermasyarakat dan bernegara.
- Sulwasutra à memuat peraturan-peraturan mengenai tata cara membuat tempat peribadatan, misalnya Pura, Candi dan bangunan-bangunan suci lainnya yang berhubungan dengan ilmu arsitektur.
Upaweda
1.Itihasa
Merupakan jenis epos yang terdiri dari dua macam yaitu Ramayana dan Mahabharata.
• Ramayana:
- ditulis oleh Rsi Walmiki.
- Seluruh isinya dikelompokkan kedalam tujuh Kanda (Ayodhya Kanda, Bala Kanda, Kiskinda Kanda, Sundara Kanda, Yudha Kanda dan Utara Kanda) Tiap-tiap Kanda itu merupakan satu kejadian yang menggambarkan ceritra yang menarik.
- Berbentuk syair, jumlah syairnya sekitar 24.000 syair.
• Mahabharata:
- Kitab ini disusun oleh maharsi Wyasa.
- Isinya adalah menceritakan kehidupan keluarga Bharata dan menggambarkan pecahnya perang saudara diantara bangsa Arya sendiri.
- Ditinjau dari arti Itihasa (berasal dari kata "Iti", "ha" dan "asa" artinya adalah "sesungguhnya kejadian itu begitulah nyatanya") maka Mahabharata itu gambaran sejarah, yang memuat mengenai kehidupan keagamaan, sosial dan politik menurut ajaran Hindu.
- Meliputi 18 Parwa, yaitu Adiparwa, Sabhaparwa, Wanaparwa, Wirataparwa, Udyogaparwa, Bhismaparwa, Dronaparwa, Karnaparwa, Salyaparwa, Sauptikaparwa, Santiparwa, Anusasanaparwa, Aswamedhikaparwa, Asramawasikaparwa, Mausalaparwa, Mahaprastanikaparwa, dan Swargarohanaparwa.
- Diantara parwa-parwa tersebut, terutama di dalam Bhismaparwa terdapatlah kitab Bhagavad Gita, yang amat masyur isinya adalah wejangan Sri Krsna kepada Arjuna tentang ajaran filsafat yang amat tinggi.
Purana
• Merupakan kumpulan cerita-cerita kuno yang menyangkut penciptaan dunia dan silsilah para raja yang memerintah di dunia, juga mengenai silsilah dewa-dewa dan bhatara, cerita mengenai silsilah keturunaan dan perkembangan dinasti Suryawangsa dan Candrawangsa serta memuat ceitra-ceritra yang menggambarkan pembuktian-pembuktian hukum yang pernah di jalankan.
• memuat pokok-pokok pemikiran yang menguraikan tentang ceritra kejadian alam semesta, doa-doa dan mantra untuk sembahyang, cara melakukan puasa, tatacara upacara keagamaan dan petunjuk-petunjuk mengenai cara bertirtayatra atau berziarah ke tempat-tempat suci.
• Dan yang terpenting dari kitab-kitab Purana adalah memuat pokok-pokok ajaran mengenai Theisme (Ketuhanan) yang dianut menurut berbagai madzab Hindu. Adapun kitab-kitab Purana itu terdiri dari 18 buah, yaitu Purana, Bhawisya Purana, Wamana Purana, Brahma Purana, Wisnu Purana, Narada Purana, Bhagawata Purana, Garuda Purana, Padma Purana, Waraha Purana, Matsya Purana, Kurma Purana, Lingga Purana, Siwa Purana, Skanda Purana dan Agni Purana.
Arthasastra
• ilmu pemerintahan negara.
• Isinya merupakan pokok-pokok pemikiran ilmu politik. Sebagai cabang ilmu, jenis ilmu ini disebut Nitisastra atau Rajadharma atau pula Dandaniti.
• Ada beberapa buku yang dikodifikasikan ke dalam jenis ini adalah kitab Usana, Nitisara, Sukraniti dan Arthasastra. Ada beberapa Acarya terkenal di bidang Nitisastra adalah Bhagawan Brhaspati, Bhagawan Usana, Bhagawan Parasara dan Rsi Canakya.
Ayur Weda
• Kitab yang menyangkut bidang kesehatan jasmani dan rohani dengan berbagai sistem sifatnya.
• Luas lingkup ajaran yang dikodifikasikan di dalam Ayur Weda meliputi bidang yang amat luas dan merupakan hal-hal yang hidup.
• Menurut isinya, Ayur Weda meliptui delapan bidang ilmu, yaitu ilmu bedah, ilmu penyakit, ilmu obat-obatan, ilmu psikotherapy, ilmu pendiudikan anak-anak (ilmu jiwa anak), ilmu toksikologi, ilmu mujizat dan ilmu jiwa remaja.
• Disamping Ayur Weda, ada pula kitab Caraka Samhita yang ditulis oleh Maharsi Punarwasu. Kitab inipun memuat delapan bidang ajaran (ilmu), yakni Ilmu pengobatan, Ilmu mengenai berbagai jens penyakit yang umum, ilmu pathologi, ilmu anatomi dan embriologi, ilmu diagnosis dan pragnosis, pokok-pokok ilmu therapy, Kalpasthana dan Siddhistana. Kitab yang sejenis pula dengan Ayurweda, adalah kitab Yogasara dan Yogasastra. Kitab ini ditulis oleh Bhagawan Nagaryuna. isinya memuat pokok-pokok ilmu yoga yang dirangkaikan dengan sistem anatomi yang penting artinya dalam pembinaan kesehatan jasmani dan rohani.
Gandharwaweda
• Kitab yang membahas berbagai aspek cabang ilmu seni.
• Ada beberapa buku penting yang termasuk Gandharwaweda ini:
- Natyasastra (yang meliputi Natyawedagama dan Dewadasasahasri)
- Rasarnawa
- Rasaratnasamuscaya
- dan lain-lain.
• Kelompok Weda Smerti meliptui banyak buku dan kodifikasinya menurut jenis bidang-bidang tertentu. Ditambah lagi kitab-kitab agama misalnya Saiwa Agama, Vaisnawa Agama dan Sakta Agama dan kitab-kitab Darsana yaitu Nyaya, Waisesika, Samkhya, Yoga, Mimamsa dan Wedanta. Kedua terakhir ini termasuk golongan filsafat yang mengakui otoritas kitab Weda dan mendasarkan ajarannya pada Upanisad.
• Di dalam ajaran Weda, yang perlu adalah disiplin ilmu, karena tiap ilmu akan menunjuk pada satu aspek dengan sumber-sumber yang pasti pula. Hal inilah yang perlu diperhatikan dan dihayati untuk dapat mengenal isi Weda secara sempurna.